Namaku Debiyo biasa aku dipanggil depe, debi, dep, deb, ada juga panggilan yang paling aku benci yaitu hokisin (hokage ikan asin), panggilan itu aku dapat dari seseorang yang dulunya culun dan juga seseorang yang jadi bahan buli'an namanya Farhan, dia memberikanku panggilan itu untuk manargetkanku sebagai bahan buli'an pengganti dia, iya sih aku akui kalau aku memang sedikit bau, itu karena rumahku berada di tengah-tengah pasar yang mana jalannya becek dipenuhi lumpur-lumpur bekas penjualan ikan, ayam, daging, juga sayur, pastinya ketika aku berangkat aku kan ngelewati jalan yang dipenuhi lumpur tersebut dan yaa jadinya rada bau deh.
Jadi karena dia, sekarang aku yang jadi bahan buli'an dan di jauhi oleh teman-teman sekelas, bahkan teman yang sebelumnya biasa saja ketika dekat dengaku sekarang mereka menjauh dan malah ikut mengejekku, ya aku tau mereka sebenarnya ngga mau begitu, mereka hanya takut ikut terbuli karena dekat denganku, ngga sampai disitu saja, bahkan anak perempuan yang aku taksir juga ikut takut buat aku deketin, anjing banget dah rasanya, hanya gara-gara si anjing yang bernama farhan ini, aku jadi dijauhi.
Mungkin bagi beberapa orang, dijauhi itu biasa aja, tapi bagiku NO!, sakit banget rasanya ketika kelas sedang ada acara tapi aku dihiraukan kaya ngga ada, bahkan ketika kerja kelompok ngga ada satupun yang mau sekelompok dengan aku, dan yang lebih perih lagi rasanya ketika aku dicuekin sama si dia, bisa gila rasanya kalau aku bayangin bakal kaya gini selama 2 semester atau bahkan bisa lebih lagi, bisa saja sampai selama aku di SMP ini, karena centeng yang dijilat pantatnya oleh Farhan itu udah setingkat satu sekolahan premanismenya, sedangkan si Farhan bajingan itu malah asik-asikan bareng centeng itu ngebuli aku dan mungkin ada anak-anak lainnya lagi di kelas lain.
Rasanya udah mau berhenti dari sekolahan ini karena semakin hari semakin menunjukan ketakutan yang aku pikirkan sebelumnya semakin terealisasikan, ketika aku duduk dikantin anak-anak perempuan yang bahkan ngga aku kenal atau mungkin bukan teman sekelas tiba-tiba menjauhiku sembari menutup hidungnya, bersamaan dengan itu aku juga ngelihat si anjing Farhan itu bercerita tentangku ke centeng dan anak-anak perempuan dari kelas lain, dalam hati aku berucap "gini amat sipenjilat pantat ini cari pamor, bahkan karena gada topik lain, dia buat kejelekanku jadi topiknya". sangking malunya aku, akhirnya aku pergi dari kantin dan pergi ke WC, buat apa? yaa buat nangis la walau aku anak cowok tapi aku ini manusia dan juga inikan masa perkembangan dan puberku dimana mentalku masih sekrispi citato.
Saat aku udah dirumah, tiba-tiba sahabatku sewaktu masih SD mengirimiku sebuah paket yang isinya CD game online komputer, dari tampilan gamenya sih buat aku kurang menarik, apalagi monster yang aku temui lemah banget, ya meski lemah tetap saja ga bisa aku kill dengan cepat, seharian aku habiskan waktu untuk menelusuri game ini, ajaibnya rasa takutku untuk bersekolah tiba-tiba menghilang, sangking oenasarannya aku dengan game jni, aku jadi bergadang dan dimarahin ortuku, hampir saja aku dipukuli, jadinya aku tidur deh.
Keesokan harinya aku sudah tidak sabar untuk pulang dan memainkan game itu lagi, ketika aku sampai dirumah dan login kedalam gamenya, tiba-tiba aku dikejar sama monster lebah, gilaa pukulannya sakit banget, aku dikejar-kejar sampai keujung map, untungnya waktu itu ada dua player yang levelnga udah cukup tinggi dan jobnya (pekerjaan yang dipilih ketika berada di dalam game) yaitu druid (perawat dengan ilmu sihir putih a.k.a malaikat) dan knight (petarung tipe pertahanan). Mereka tertawa sembari menyelamatkanku, sejak saat itu aku diajak untuk bergabung dengan ring (organiasi dalam game) dan aku berkomunikasi cukup intens dengan mereka, bahkan kami juga berteman didunia nyata "walau masih sebatas sosial media, karena mereka tinggal di pulau yang berbeda dariku hahah" ngga disangka juga rupanya druid yang selalu bersamaku itu anak perempuan beneran lohh maniss pulaa, kami bahkan udah sempet SMS'an dan telponan.
Yaa walau hanya sebatas komputer, tetapi game ini sudah aku anggap dunia keduaku yang mungkin akan membuatku kuat selama aku bersekolah di SMP ini, well meskipun hanya pertemanan di dunia digital, tetapi mereka luarbiasa hebat dan dapat mengobati luka yang aku peroleh dari sekolahan bahkan aku juga sudah menggap mereka sahabat yang mau menabahkan dan mendengar curahan hatiku, kami bahkan juga berencana untuk meetup ketika kami sudah dewasa nanti, aku harap hal tersebut dapat terwujuddan. Memang benar dan sesuai dengan namanya emil chronicle online yang artinya sejarah emil, seperti nama game ini game ini juga mencatat sejarah persahabatanku yang tidak terduga.
